Pelatihan Perubahan Narasi Bagi Mitra

Perubahan narasi adalah sebuah praktik yang mengacu pada berbagai disiplin yang berbeda, seperti peningkatan kapasitas, pengorganisasian, komunikasi, filosofi (value), dan kerja-kerja penguatan budaya. Narasi yang baik adalah kalimat yang mudah dipahami, diterima dan mencerminkan interpretasi bersama tentang bagaimana semesta bekerja untuk perdamaian, keadilan dan kesetaraan.

pelatihan perubahan narasi-1

Dalam rangka memperkuat kapasitas mitra untuk memahami konsep perubahan narasi, YKPI menyelenggarakan pelatihan tingkat lanjutan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan perubahan narasi. Kegiatan yang diselenggarakan 12-13 Mei 2023 di Yogyakarta ini diikuti 14 lembaga mitra terdiri dari Solidaritas Perempuan Aceh, YLBHI-LBH Banda Aceh, KontraS Aceh, Tarena, YLBHI-LBH Yogyakarta, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) wilayah Yogyakarta, Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS), Youth Interfaith and Peace Center (YIPC), Jaringan Gusdurian, El Buchari Institute, Rumah Seni dan Budaya Feminis, Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK), CIS Timor, dan Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia NTT.

pelatihan perubahan narasi-2

Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah narasi bersama sebagai bahan utama kampanye dan advokasi. Tagar #JagaIndonesia merupakan narasi yang digunakan bersama dalam berbagai ruang aksi dan medium dalam bingkai narasi keberagaman yang inklusif. Khusus pada isu kekerasan seksual, mitra menyusun #KekerasanSeksualBukanAib sebagai kalimat narasi yang digunakan untuk membuka wawasan dan mengenal isu ini dengan lebih baik lagi agar berdampak pada perubahan-perubahan yang positif.

Publikasi Lainnya

September Hitam: Ketika Tubuh Perempuan Gerwani Dijadikan Medan Propaganda Politik

Apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar "September 1965"? Sebagian besar dari kita mungkin langsung membayangkan G30S, Lubang Buaya, tujuh perwira militer, atau...

Hari Sarjana Nasional: Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Keberanian Bersuara

Peringatan ini bukan sekadar seremoni gelar. Ia mengingatkan bahwa pengetahuan semestinya berguna untuk membaca ketimpangan, mengawal kebijakan, dan ikut membangun masyarakat.Setiap 29 September, Indonesia...

Dari Stigma 1965 ke Ruang Kelas: Hak untuk Tahu dan Pendidikan bagi Anak Penghayat

Setiap 28 September, dunia memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia atau International Right to Know Day yang merupakan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya...

Dari Kalender Musim ke Peta Risiko: Warga Memetakan Ketahanan Iklim

Perubahan iklim tidak selalu hadir sebagai bencana besar yang mudah dikenali. Bagi warga, ia terasa dari hujan yang sulit diprediksi, kemarau yang memanjang, air...