Pesan Damai dari Milenial Peacemaker

Usaha-usaha perdamaian antar agama melalui peacebuilding dan interfaith dialogue cukup meningkat pada dekade terakhir. Dari banyak usaha tersebut, YIPC menemukan bahwa adanya komunitas yang anggotanya heterogen menjadi sebuah kondisi yang signifikan dalam mencapai tujuan. Karena dengan adanya komunitas yang heterogen, setiap anggota dilatih secara langsung dan konkrit untuk menghapus prasangka, merayakan keberagaman, menyelesaikan konflik dengan saling memaafkan dan saling memahami melalui dialog yang damai. Usaha perdamaian bukanlah sesuatu yang dapat dicapai hanya dengan 1-2 kali pertemuan dari dua kelompok atau lebih; namun adalah sebuah perjuangan jangka panjang yang terus menerus. Oleh sebab itu keberagaman anggota yang terikat dalam satu komunitas yang berinteraksi terus menerus adalah sebuah kondisi yang penting untuk menghasilkan para peacemaker.

Sejak kecil hidup di komunitas masyarakat yang cenderung seagama, sekolah pun di sekolah yang seagama, bahkan banyak dari mereka yang kemudian melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi yang berbasis agama (Islam atau Kristen). Bagi mereka yang kuliah di perguruan tinggi negeri atau umum, banyak di antara mereka yang bergabung dengan kelompok mahasiswa berbasis agama, tidak jarang yang bercorak eksklusif. Jadi dapat dikatakan bahwa mereka sangat minim sekali atau hampir tidak pernah memiliki interaksi dengan yang berbeda iman. Tidak heran dalam benak mereka banyak yang terisi dengan berbagai prasangka buruk terhadap yang berbeda. Sebagian dari kisah-kisah perjalanan perjumpaan anak muda YIPC tersebut dapat kita baca dalam buku ini.

Kehadiran buku ini juga tidak terlepas dari upaya kolaborasi berbagai pihak. Selain para kontributor dan komikus yang namanya dapat dilihat di bagian akhir buku ini, kami pun mengucapkan terima kasih kepada staf YIP Center yang telah bekerja dengan totalitas untuk menghasilkan karya bersama ini. Selain itu, kepada para fasilitator, Vedy Santoso, I Ketut Telik Satyawan, Sontiar J. Marpaung, M. Rouful Hadi, Widi Handayani dan Anifatul Jannah yang sudah sigap menemani dan mengarahkan para kontributor penulis, sehingga mereka bisa menulis cerita yang mengesankan dalam buku ini. Kalian adalah orang di belakang layar, yang patut diapresiasi semangatnya. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada para tokoh yang berkenan memberikan testimoni di buku ini. Kalimat yang dituliskan, semoga menjadi penyemangat bagi kita untuk menyebarkan karya ini sehingga harapan-harapan yang ditorehkan dapat terwujud.

Cerita yang ditulis dalam buku ini mungkin simpel dan sederhana. Tapi percayalah, sesuatu yang simpel dan sederhana, prosesnya tidak semudah memakai sandal jepit, dan belum tentu bisa diduplikasi secara instan.

Untuk mengakses buku ini, silakan tekan link di sini

Publikasi Lainnya

YKPI Menguatkan Kesadaran Anak dan Orang Muda tentang Hak di Ruang Digital

Perlindungan hak anak dan orang muda di ruang digital tidak cukup diwujudkan melalui regulasi atau kebijakan semata. Dibutuhkan ruang belajar yang memungkinkan anak dan...

Pemuda dan Perdamaian: Menjawab Tantangan Global di Hari Pemuda Internasional 2026

Tahun 2026, Hari Pemuda Internasional yang jatuh di tanggal 12 Agustus dengan mengangkat tema: "Konteks Berbeda, Aspirasi Bersama" (Different Contexts, Common Aspirations). Tema ini menyoroti kenyataan...

Dibalik Logika ‘Londo Ireng’ Presiden

Istilah ‘Londo Ireng’ menjadi salah satu istilah yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini setelah pidato Presiden Prabowo yang menyebut Wartawan, LSM, dan Pengamat yang sering...

Musyawarah Desa Tablolong: Penetapan Rancangan Peraturan Desa Tentang Perlindungan Perempuan Dan Anak

Pemerintah Desa Tablolong bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tablolong menggelar Musyawarah Pembahasan Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak pada Selasa,...