BANTUL – Pemerintah Kelurahan Sriharjo, Kabupaten Bantul, mengambil langkah progresif untuk menghidupkan kembali Satuan Tugas Perlindungan Perempuan, Anak, dan Disabilitas (Satgas PPAD). Melalui Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif bersama Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) pada Kamis (5/3/2026), struktur yang selama ini dinilai hanya formalitas kini disuntikkan “ruh” baru untuk perlindungan warga yang lebih nyata.
Mengapa Revitalisasi Ini Mendesak?
Sejak dibentuk pada 2019, implementasi Satgas PPAD di Sriharjo diakui belum berjalan optimal. Padahal, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan yang berdampak sistemik—mulai dari trauma fisik dan psikis hingga guncangan ekonomi.
Lurah Sriharjo, Titik, menegaskan bahwa tantangan pemotongan anggaran pemerintah saat ini tidak boleh menyurutkan semangat perlindungan warga. Sebaliknya, hal ini menuntut kolaborasi lintas sektor yang lebih solid.
“Dulu (Satgas) hanya sebatas formalitas untuk memenuhi data dan akreditasi. Sekarang kita perlu mengisinya dengan ruh dan semangat. Kita siapkan personel yang benar-benar menjalankan fungsinya di tengah masyarakat,” ujar Titik dalam sambutannya.
Kolaborasi Strategis Bersama YKPI
Dalam FGD yang difasilitasi oleh tim YKPI, para peserta yang terdiri dari perangkat desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga perwakilan KUA dan Puskesmas diajak membangun sistem yang responsif. Dipandu oleh Fay dari YKPI, diskusi dilakukan dalam ruang aman yang menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dan tanpa penghakiman.
Semangat kebangkitan ini disimbolkan dengan yel-yel: “SRIHARJO: Ramah Perempuan Peduli Anak dan Disabilitas, Sriharjo Rejo!”

Struktur Baru: Dari Pencegahan hingga Pemulihan Ekonomi
Hasil diskusi merumuskan empat lini utama Satgas PPAD Sriharjo yang lebih terstruktur:
- Pembina & Pengarah: Dipimpin langsung oleh Lurah untuk memastikan koordinasi, penganggaran, dan advokasi kebijakan tetap terjaga.
- Divisi Pencegahan: Fokus pada edukasi publik mengenai isu krusial seperti bullying, pernikahan dini, hingga bahaya judi online dan pinjaman online (pinjol).
- Divisi Penanganan: Menjadi garda terdepan saat menerima aduan, memastikan korban terhubung dengan layanan medis, hukum, atau psikologi secara cepat.
- Divisi Pemulihan: Inovasi penting yang menekankan pada pemulihan ekonomi korban dan edukasi lanjutan agar mereka dapat berbaur kembali dengan masyarakat tanpa stigma.
Komitmen Nyata dan Rencana Tindak Lanjut
FGD ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan titik awal kerja nyata. Sebagai tindak lanjut, telah disepakati beberapa agenda penting:
- 10 Maret 2026: Pelatihan khusus tim penanganan mengenai alur pelaporan yang responsif.
- Peningkatan Kapasitas: Seri pelatihan berkelanjutan bagi anggota Satgas PPAD.
- Sosialisasi Masif: Penjangkauan fungsi Satgas ke seluruh 13 padukuhan di Sriharjo.
Acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama yang disaksikan langsung oleh Lurah Titik. Dengan struktur yang lebih jelas dan dukungan penuh dari YKPI, Satgas PPAD Sriharjo diharapkan menjadi benteng perlindungan yang kokoh bagi seluruh warga.


