NgobraSS HPSN 2026: Kolaborasi Orang Muda Lintas Iman Yogyakarta Atasi Krisis Sampah Plastik

0
197
Dok. Foto YKPI/Viri

YOGYAKARTA – Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, puluhan anak muda dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan berkumpul di Rumah Pirolisis Get Plastic Yogyakarta pada Sabtu (21/02/2026). Melalui forum bertajuk NgobraSS (Ngobrol Inspiratif Seputar Sampah Plastik), mereka membedah krisis sampah bukan sekadar masalah limbah, melainkan panggilan moral untuk menjaga “Rumah Bersama”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Get Plastic dengan dukungan penuh dari Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI). Tujuannya jelas: mendorong peran strategis generasi muda dalam menghadapi krisis iklim melalui pendekatan inklusif dan teknologi tepat guna.

Keadilan Ekologis dalam Bingkai Lintas Iman

Persoalan sampah di Yogyakarta kini mencapai titik kritis. Sistem konvensional “buang-angkut-timbun” dinilai sudah tidak lagi efektif. YKPI memandang krisis ini sebagai isu keadilan ekologis yang berdampak besar bagi kelompok rentan.

“Persoalan lingkungan sering kali terpisah dari ruang dialog lintas iman. Padahal, menjaga ciptaan dan hidup sederhana adalah prinsip dasar di setiap ajaran agama,” tegas Henricus Hari Wantoro dari Kebun Tepian/Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber acara.

Menurut Henricus, edukasi berkelanjutan sangat krusial mengingat fakta bahwa sampah sisa makanan masih mendominasi timbulan sampah hingga 40 persen, disusul oleh plastik yang sulit terurai secara alami.

Dok. Foto YKPI

Dari Diskusi Hingga Praktik Pirolisis

Acara yang dipandu oleh Imam Azami ini tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Para peserta diajak melihat langsung teknologi pirolisis, sebuah inovasi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar.

Supriyani Wulandari, Manajer Program Get Plastic, menekankan bahwa teknologi ini adalah solusi konkret untuk memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini dianggap beban.

“Bagaimana orang muda bisa mengambil peran nyata? Jawabannya dimulai dari kesadaran harian kita sendiri, lalu dikuatkan dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna,” ujar Supriyani di hadapan peserta.

Sebagai bentuk tanggung jawab berkelanjutan, NgobraSS mendorong empat aksi konkret yang akan dijalankan oleh para relawan muda: Pertama, pembentukan wadah komunikasi permanen bagi pemuda lintas iman peduli lingkungan sebagai jejaring relawan. Kedua, mini action plan dengan kampanye digital dengan slogan “No Plastic Goes to Waste”. Ketiga, produksi konten edukatif berupa video pendek dan infografis untuk menjangkau audiens yang lebih luas di media sosial. Terakhir, membangun gerakan komunitas yang mempelopori pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga dan komunitas ibadah).

    Menjaga Masa Depan Bersama

    Peringatan HPSN 2026 di Yogyakarta ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas iman mampu melahirkan energi positif dalam merawat bumi. Kesadaran untuk mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga terlibat dalam pengolahan inovatif seperti pirolisis adalah bagian dari gerakan bersama merawat bumi.

    Karena pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tentang hari ini, melainkan tentang memastikan generasi mendatang tetap memiliki ruang hidup yang layak dan berkeadilan.

    Bagi masyarakat yang ingin terlibat lebih jauh dalam gerakan ini, informasi lengkap mengenai program keadilan ekologis dapat diakses melalui:

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini