YKPI Tingkatkan Kapasitas Pemantauan dan Evaluasi untuk Program 2025-2028

0
41
Dok. Foto YKPI

YOGYAKARTA – Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) menggelar pelatihan intensif selama tiga hari, dari tanggal 3 hingga 5 November 2025, di Yogyakarta. Kegiatan yang bertajuk “Strengthening Monitoring, Evaluation and Learning (MEL)” ini bertujuan memperkuat kerangka kerja pemantauan, evaluasi, dan pembelajaran organisasi untuk mendukung efektivitas program pada periode 2025-2028.

Pelatihan yang difasilitasi oleh ahli MEL, Susannah Zietz Tim ALT AFSC, ini diikuti oleh staf dan perwakilan pengawas YKPI. Kegiatan hari pertama difokuskan pada pembangunan pemahaman bersama tentang konsep MEL dan refleksi kritis terhadap praktik yang telah dijalankan YKPI sebelumnya. Melalui diskusi kelompok, peserta mengidentifikasi tantangan dan peluang untuk perbaikan sistem MEL.

“Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk membangun kapasitas teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kolaborasi antar tim dalam proses MEL,” ujar Susannah Zietz dalam pengantarnya.

Hari kedua pelatihan diisi dengan materi teknis yang lebih mendalam. Peserta berhasil menyelesaikan draf Logical Framework (Logframe) untuk proyek baru, yang mencakup indikator, keluaran, dan hasil yang ingin dicapai. Sesi khusus juga membahas metodologi studi dasar (baseline study) dan integrasi MEL dalam advokasi, termasuk pengembangan indikator untuk melacak dampak advokasi.

Sesi Diskusi. Dok. Foto YKPI/Rose Merry

“Dengan Logframe yang jelas, kami memiliki peta jalan yang terstruktur untuk mengukur capaian dan dampak program ke depan,” tutur Zarniel Staff YKPI.

Pada hari terakhir, peserta berlatih mengembangkan alat ukur untuk studi dasar dan pemantauan berkelanjutan. Salah satu highlight pelatihan adalah sesi “Writing Stories of Change”, di mana peserta berlatih mendokumentasikan kisah perubahan secara efektif untuk berbagai pemangku kepentingan, termasuk donor dan publik.

“Kisah perubahan yang didukung data MEL yang kuat sangat penting untuk memperkuat narasi advokasi dan akuntabilitas organisasi,” jelas Susannah.

Sesi Diskusi. Dok. Foto YKPI/Rose Merry

Kegiatan ditutup dengan penyusunan garis waktu yang konkret untuk implementasi pengumpulan data dan identifikasi kebutuhan pelatihan lanjutan. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi YKPI dalam mengelola program yang lebih berdampak, terukur, dan akuntabel di masa mendatang. Para peserta menyadari bahwa integrasi sistem MEL yang kokoh dalam seluruh siklus program mulai dari perencanaan, pemantauan, hingga evaluasi adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap kegiatan dapat terukur, dapat disesuaikan, dan secara efektif mengarah pada pencapaian tujuan strategis YKPI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini