Sinergi YKPI-DP3AP2KB Banda Aceh: Wujudkan Gampong Ulee Pata Ramah Perempuan dan Peduli Anak

0
13
Dok. Foto YKPI

Perubahan di tingkat desa tidak pernah tercipta dari kerja sendirian. Pengorganisasian masyarakat membutuhkan sinergi lintas pihak terutama dengan dinas terkait yang memiliki mandat dan sumber daya untuk menciptakan ekosistem yang aman dan berkeadilan. Inilah yang menjadi landasan utama pertemuan koordinasi antara tim Community Organizer (CO) Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) wilayah Aceh dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Jumat (19/6/2026).

Pertemuan yang diterima langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Ibu Risda Zuraida, S.E., ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk berbagi informasi dan menyelaraskan langkah dalam pendampingan masyarakat di Gampong Ulee Pata.

Membangun Mekanisme Perlindungan dari Tingkat Gampong

Dalam diskusi bersama DP3AP2KB, pembahasan bergulir pada rencana penguatan perlindungan perempuan dan anak di tingkat gampong. DP3AP2KB menyampaikan sejumlah inisiatif strategis yang dapat diimplementasikan di Gampong Ulee Pata.

Pertama, pembentukan kader Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di tingkat gampong. DP3AP2KB menjelaskan bahwa pembentukan kader dapat dilakukan melalui proses pemilihan individu yang memiliki kepedulian, komitmen, serta perhatian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Mekanisme layanan pengaduan dapat diwujudkan melalui dua opsi: penyediaan ruang khusus layanan pengaduan di kantor gampong dengan petugas yang telah ditentukan, atau sistem layanan berbasis kontak dan jaringan komunikasi yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan tanpa harus ada petugas yang selalu berada di lokasi.

DP3AP2KB juga memperkenalkan konsep relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) sebagai salah satu pendekatan dalam penguatan perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa. Relawan SAPA merupakan gerakan kemanusiaan dari masyarakat yang membantu pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, memberikan pelayanan, penyuluhan, edukasi, serta melakukan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

Kedua, inisiasi penyusunan Reusam Gampong terkait Perlindungan Perempuan dan Anak. DP3AP2KB menyampaikan bahwa beberapa gampong sebelumnya telah menginisiasi penyusunan regulasi desa terkait perlindungan perempuan dan anak. Dokumen tersebut dapat menjadi referensi dan bahan pembelajaran bagi Gampong Ulee Pata dalam menyusun aturan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. YKPI dan DP3AP2KB akan melakukan koordinasi lanjutan terkait dokumen pendukung dan proses penyusunannya.

Ketiga, pembentukan Forum Anak Gampong. DP3AP2KB menyampaikan bahwa pemerintah gampong dapat menginisiasi proses pembentukan forum tersebut, dengan dukungan dari Forum Anak Kota Banda Aceh melalui fasilitasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas bagi anak-anak yang terlibat. Kegiatan Forum Anak juga dapat diarahkan pada kegiatan positif, terutama pada masa libur sekolah, sebagai ruang pengembangan kreativitas dan partisipasi anak.

Penguatan Bale Inong sebagai Ruang Perempuan

DP3AP2KB juga menyampaikan rencana pengembangan Bale Inong sebagai wadah perempuan akar rumput di tingkat gampong. Bale Inong berfungsi sebagai ruang bagi perempuan untuk menyampaikan aspirasi, mendapatkan peningkatan kapasitas, mendukung penguatan kelompok perempuan, serta menjadi penghubung layanan perlindungan perempuan. Gampong Ulee Pata menjadi salah satu lokasi yang berpotensi untuk dikembangkan dalam penguatan Bale Inong.

Kolaborasi Program: Menyelaraskan Kerja Lapangan dan Kebijakan Pemerintah

DP3AP2KB Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa program perlindungan perempuan dan anak saat ini diarahkan melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang sebelumnya dikenal sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Melalui RBI, pemerintah bekerja sama dengan masyarakat menciptakan ruang belajar, pelatihan keterampilan, serta tempat bermain anak yang mengedepankan nilai-nilai lokal dan budaya bangsa.

DP3AP2KB merekomendasikan beberapa wilayah yang dapat menjadi lokasi penguatan program, termasuk Gampong Ulee Pata. Selain itu, DP3AP2KB juga menyampaikan kesiapan untuk berkolaborasi dalam proses pendampingan yang dilakukan oleh YKPI.

Dalam pencapaian indikator program YKPI, khususnya terkait munculnya champion perempuan di tingkat gampong, DP3AP2KB telah melakukan berbagai kegiatan penguatan kapasitas perempuan. Salah satunya adalah rencana pelatihan public speaking bagi kelompok perempuan Kota Banda Aceh yang akan melibatkan perwakilan PKK dari masing-masing gampong.

Tantangan dan Tindak Lanjut

Pertemuan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang menjadi perhatian bersama, antara lain perlunya penguatan pemahaman gender kepada kelompok laki-laki, perlunya legalitas bagi champion perempuan dan kader agar memiliki legitimasi dalam menjalankan peran di masyarakat, penguatan mekanisme layanan perlindungan perempuan dan anak di tingkat gampong, serta optimalisasi potensi local termasuk keterlibatan lembaga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan perempuan.

Sebagai tindak lanjut, YKPI dan DP3AP2KB sepakat untuk terus melakukan koordinasi, berbagi informasi, serta membangun kolaborasi dalam mendukung penguatan perlindungan perempuan dan anak di Gampong Ulee Pata.

Kolaborasi Holistik untuk Ekosistem yang Aman

Pertemuan ini menegaskan bahwa kerja-kerja pengorganisasian masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. DP3AP2KB memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang aman bagi perempuan dan anak, sementara YKPI hadir dengan pendekatan pendampingan dari akar rumput. Kolaborasi holistik antara keduanya menjadi kunci apa yang dilakukan di lapangan bisa selaras dengan kerja program pemerintah, dan sebaliknya, pemerintah mendapatkan gambaran yang utuh terkait situasi dan kondisi masyarakat berdasarkan pengalaman pendampingan CO YKPI di lapangan.

Dengan sinergi ini, Gampong Ulee Pata diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pendampingan, tetapi juga laboratorium perubahan menuju desa yang benar-benar ramah perempuan dan peduli anak sebuah ekosistem di mana setiap perempuan dan anak merasa aman, didengar, dan diberdayakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini