Yogyakarta Perkuat Jaringan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Melalui Klinik KBB: Sinergi Lintas Lembaga Lawan Intoleransi

0
229
Dok. Foto YKPI

Yogyakarta, 16 Juni 2025 — Dalam upaya mengatasi eskalasi intoleransi dan kekerasan berbasis agama, puluhan organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, dan perwakilan agama dan keyakinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bergandengan tangan untuk memperkuat jaringan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB). Langkah tersebut diwujudkan melalui konsolidasi dan pelatihan KBB yang diselenggarakan oleh Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) dan di Fasilitasi oleh Center for Religious & Cross-Cultural Studies (CRCS) pada 13–14 Juni 2025 di UC UGM, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi lembaga yang peduli isu KBB, sekaligus mendorong terbentuknya jaringan Klinik KBB sebagai sebuah ruang kolaboratif untuk advokasi, pendampingan, dan kampanye terkait masalah-masalah KBB di Yogyakarta dan sekitarnya.

Yogyakarta memang dikenal sebagai kota yang menjunjung keberagaman dan toleransi, namun juga tak luput dari masalah kekerasan dan diskriminasi atas nama agama dan/atau keyakinan. Dalam dekade terakhir, terjadi peristiwa yang menjadi catatan kelam, mulai dari konflik pendirian rumah ibadah di Wates (2000-2001), penyerbuan kelompok agama terhadap kelompok lain (2014), hingga perusakan makam di Banguntapan, Bantul, pada Mei 2025. Kejadian tersebut bukan satu kali tetapi berulang dari masa sebelumnya. Rentetan peristiwa tersebut menjadi alarm penting mengenai pentingnya kerja bersama untuk menjaga perdamaian, toleransi, dan kebebasan beragama di Yogyakarta.

Membangun Klinik KBB: Menghubungkan dan Mengoptimalkan Langkah Bersama

Konsolidasi dan pelatihan KBB kali ini bertujuan untuk mempertemukan para pegiat dan lembaga yang peduli KBB, kemudian merumuskan agenda kerja bersama yang lebih sinergis dan berkelanjutan. Dalam proses tersebut juga disepakati pentingnya pembentukan  jaringan Klinik KBB sebagai sebuah platform advokasi dan penanganan serta kampanye sesuai peran masing-masing lembaga sehingga upaya pencegahan dan penanganan masalah KBB lebih terintegrasi.

Penguatan jaringan klinik KBB juga diberlakukan untuk memastikan setiap lembaga dapat memberikan kontribusi sesuai spesialisasi dan karakteristiknya, sehingga kerja-kerja advokasi, pendampingan, kampanye menjadi lebih bermakna, lebih masiv dan lebih luas dampaknya.

Dalam menemukan simpul maka dalam konsolidasi, kita ujicobakan dengan bedah kasus pengrusakan makam pada bulan Mei 2025 yang terjadi DIY. Untuk mendukung diskusi tersebut, maka kita perlu tahu lebih dulu siapa kelompok rentan yang ada dalam kasus. Hasil brainstorming peserta didapatkan 5 tema yang menjadi pembahasan; Pertama adalah pengrusakan makam. Kedua, soal media. Ketiga, anak dan disabilitas. Keempat, soal hukum dan kelima adalah konversi agama. Dalam setiap tema akan mengupas terkait masalah yang terjadi, solusi yang di butuhkan dan stakeholder terkait. Paparan yang di berikan oleh masing-masing kelompok memberikan cakrawala perspektif yang lebih beragam dalam melihat kasus dan juga keterhubungannya dengan isu Intoleransi.

Road Map Penanganan KBB dan Komitmen Bersama

Pertemuan konsolidasi dan pelatihan KBB juga merupakan langkah awal menyusun road map yang nantinya akan diberlakukan oleh masing-masing lembaga. Dalam proses tersebut, masing-masing kelompok diberi tanggung jawab untuk mendokumentasikan diskusi dan kemudian disatukan menjadi sebuah peta jalan pencegahan dan penanganan masalah KBB yang lebih rinci dan matang. Kenapa ini bisa dilakukan secara kolaboratif? karena saling terkait dan bisa menjadi refleksi bersama. Ada terkaitan isu yang sangat dalam untuk kita ungkap dan tulis sebagai pedoman. Apabila belum cukup informasinya bisa ditambahkan praktek lapangan dan dimasukkan sesuai kebutuhan.

Selain penyusunan peta jalan, masing-masing perwakilan yang hadir juga tengah memastikan komitmen dan peran lembaga untuk turut aktif bergabung dan menjaga kerja sama jaringan klinik KBB, sehingga upaya pencegahan dan penanganan masalah KBB dapat berjalan lebih terintegrasi, luas, dan matang.

Kontak Media:
Narahubung YKPI 0274 – 5049018

Jaringan Klinik KBB:
Inisiatif kolaboratif 25+ CSO dan akademisi DIY ini dihadiri oleh CRCS UGM, YKPI, LKIS, LBH YK, Mitra Wacana, Gusdurian, Dian Interfedei, YIPC, SRILI, AJI Yogyakarta, Ponpes Al Fatah waria, KLI, JAI, Perwakilan Katholik, Gemapakti, Perwakilan Budha, Perwakilan Hindu, SP Kinasih, Rifka Annisa, MLKI, Yayasan Satu Nama, SAMIN, dan PUSHAM UII.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini