Buku Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas: Membangun Jembatan Inklusif bagi Keagamaan Kelompok Non-Normatif karya Arif Nuh Safri menawarkan perspektif baru dalam memahami hadis-hadis yang sering dianggap intoleran terhadap keberagaman gender dan seksualitas.
Identitas Buku:
Judul: Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas: Membangun Jembatan Inklusif bagi Keagamaan Kelompok Non-Normatif
Penulis: Arif Nuh Safri
Penerbit: CV Kontradiksi Indonesia Grup
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 433 Hal
Sinopsis
Buku ini memberikan tawaran pemikiran progresif dan mendalam mengenai bagaimana teks-teks keagamaan, khususnya Islam, dapat ditafsirkan secara lebih inklusif terhadap kelompok-kelompok non-normatif, termasuk LGBTQIA+, perempuan, dan kelompok marjinal lainnya. Arif Nuh Safri tidak sekadar menyajikan tafsir alternatif, tetapi juga mengajak pembaca memahami bahwa keagamaan tidak harus bersifat eksklusif, patriarkal, atau normatif semata. Tapi bagaimana mengangkat hadis yang lebih ramah dan terbuka terhadap keberagaman. Dengan pendekatan komprehensif, buku ini berusaha membangun pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana Islam dapat menerima dan menghargai keberagaman gender serta seksualitas sebagai bagian dari kekuasaan Tuhan.
Melalui pemaknaan teks secara kritis, penulis menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an yang kerap digunakan untuk menghakimi kelompok non-normatif. Ia mengajak pembaca mempertanyakan ulang bias-bias tafsir tradisional yang telah dibentuk dalam struktur kekuasaan sosial, budaya, dan patriarki selama berabad-abad. Baginya, tafsir adalah ruang negosiasi sosial yang dinamis, bukan sesuatu yang beku dan final.
Kekuatan Buku
- Pendekatan Tafsir Berorientasi Perubahan
Penulis menggunakan pendekatan tafsir yang mempertimbangkan konteks sosial-budaya dan pengalaman hidup kelompok rentan. Ini membuka cakrawala baru dalam pemahaman tafsir keagamaan yang cenderung rigid dan tekstual. Menawarkan sudut pandang baru dalam memahami hadis terkait gender dan seksualitas. - Keberpihakan pada Kemanusiaan
Buku ini memiliki semangat etis dan moral untuk membela hak hidup yang setara bagi semua manusia, termasuk mereka yang sering diabaikan atau disingkirkan oleh narasi keagamaan. Memberikan wawasan tentang sejarah dan budaya dalam konteks keberagaman.
- Gaya tutur yang dekat dengan pembaca tetapi tetap berlandaskan teori
Meski berbicara tentang tema yang berat dan sensitif, buku ini menyajikan tulisan dengan bahasa yang mudah dicerna. Menggunakan pendekatan akademik yang mendalam dan berbasis penelitian.
Keterbatasan
Namun demikian, pembaca yang berasal dari tradisi pemikiran teologis konservatif mungkin merasa bahwa buku ini terlalu liberal atau bahkan bertentangan dengan kaidah keilmuan fikih klasik. Penulis juga lebih menekankan pembacaan etis-kontekstual ketimbang pembahasan teknis-tekstual yang mendalam terhadap teks Arab atau ulasan ushul fikih. Bisa jadi kontroversial bagi sebagian pembaca yang memiliki pandangan konservatif. Buku ini membutuhkan pemahaman dasar tentang tafsir hadis agar lebih mudah dipahami.
Relevansi Sosial
Di tengah arus polarisasi identitas dan tantangan diskriminasi berbasis keyakinan dan orientasi seksual, buku ini menawarkan perspektif yang inklusif. Dengan pendekatan yang mendalam, ia menekankan pentingnya melihat agama sebagai jalan menuju kedamaian dan keadilan sosial.
Kesimpulan
“Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas” merupakan karya yang berani dan transformatif. Buku ini tidak hanya menawarkan perspektif baru dalam penafsiran, tetapi juga membuka ruang dialog tentang bagaimana agama dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, dan keadilan. Bacaan ini relevan bagi siapa pun yang mendalami isu gender, pemikiran Islam, serta hak asasi manusia.”


