“Tidak semua ketimpangan diciptakan sama. Yang sering kali terlewat adalah ketika sebagian orang mengalami berbagai bentuk diskriminasi secara bersamaan. Dan pengalaman tersebut bukan hanya gabungan dari bagian-bagiannya.” – Kimberlé Crenshaw.
Inilah esensi dari feminisme interseksional, sebuah lensa kritis yang memahami bahwa berbagai bentuk penindasan seperti seksisme, rasisme, dan kapitalisme sering kali saling terkait dan beroperasi secara bersamaan. Pendekatan ini menolak penyederhanaan dan mengajak kita melihat ketidakadilan dalam seluruh kompleksitasnya.
Interseksionalitas adalah sebuah kerangka analisis yang lahir dari kesadaran bahwa ketidakadilan sosial tidak pernah bekerja secara tunggal. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 oleh Kimberlé Crenshaw, seorang ahli hukum dan feminis kulit hitam asal Amerika Serikat.
Crenshaw mengembangkan konsep ini setelah mengamati kasus diskriminasi di General Motors terhadap lima perempuan kulit hitam. Pengadilan menyatakan perempuan-perempuan tersebut tidak dapat menggabungkan klaim diskriminasi ras dan gender, seolah-olah mereka harus memilih antara menjadi “hitam” atau menjadi “perempuan”. Dari pengamatan ini, Crenshaw menyadari adanya “ruang kosong” dalam analisis hukum dan feminisme arus utama yang gagal melihat pengalaman perempuan kulit hitam secara utuh.
Crenshaw menggambarkan interseksionalitas sebagai “prisma untuk melihat jalan ketika berbagai bentuk ketidaksetaraan kerap beroperasi bersama dan memperburuk satu sama lain”.
Lima Prinsip Utama dalam Memahami Ketidakadilan melalui Lensa Interseksional
- Persilangan Identitas yang Kompleks: Ketidakadilan tidak berdiri sendiri, melainkan tercipta dari persilangan berbagai identitas sosial seperti gender, ras, kelas sosial, agama, orientasi seksual, dan disabilitas.
- Pengalaman yang Kualitatif Berbeda: Persilangan identitas ini menciptakan pengalaman penindasan yang unik, bukan sekadar penjumlahan dari berbagai bentuk diskriminasi. Seorang perempuan buruh migran tidak hanya mengalami “seksisme + eksploitasi kelas + rasisme”, tetapi menghadapi bentuk penindasan khusus yang muncul dari interaksi ketiganya.
- Kritik Terhadap Universalitas: Pengalaman perempuan tidak dapat direduksi menjadi satu narasi universal. Feminisme yang hanya berfokus pada pengalaman perempuan elite (kelas menengah, kulit putih, heteroseksual) akan gagal mencapai keadilan bagi semua perempuan.
- Sistem Kekuasaan yang Saling Terkait: Interseksionalitas mengungkap bagaimana sistem patriarki, kapitalisme, dan rasisme saling menopang dalam mempertahankan ketidaksetaraan.
- Fokus pada yang Paling Terpinggirkan: Perspektif ini menuntut keberpihakan pada mereka yang berada di persimpangan berbagai bentuk penindasan, karena di Menuju Keadilan yang Inklusif
Feminisme interseksional pada hakikatnya adalah komitmen politik untuk membongkar ketidakadilan yang berlapis-lapis. Dalam dunia yang semakin ditandai oleh ketimpangan ekonomi, krisis ekologis, dan politik yang memecah belah, perspektif ini menjadi semakin relevan.
Perspektif ini mengajak kita untuk tidak lagi melihat ketidakadilan dari satu sudut pandang tunggal, melainkan memahami bagaimana berbagai sistem penindasan saling berkelindan.
Keadilan yang sejati hanya mungkin tercapai ketika kita berani melihat kompleksitas, mendengarkan suara-suara di pinggiran, dan membangun solidaritas yang inklusif. Inilah warisan paling berharga dari feminisme interseksional: sebuah panggilan untuk tidak meninggalkan siapa pun dalam perjuangan menuju dunia yang lebih adil.
Referensi:
- Kamus Feminis: Interseksionalitas Ajarkan Membaca Ketidakadilan dari Gender, Kelas dan Relasi Kuasa. Konde.co. Diambil dari https://www.konde.co/2026/01/kamus-feminis-interseksionalitas-ajarkan-membaca-ketidakadilan-dari-gender-kelas-dan-relasi-kuasa/
- Apa Itu Feminisme Interseksional? Pentingnya Perspektif Kelas dalam Membela Perempuan. Independen.id. Diambil dari https://independen.id/apa-itu-feminisme-interseksional-pentingnya-perspektif-kelas-dalam-membela-perempuan
- Meretas Kerentanan: Memahami Interseksionalitas Melalui Lensa Feminis. Jurnalperempuan.org. Diambil dari https://www.jurnalperempuan.org/warta-feminis/meretas-kerentanan-memahami-interseksionalitas-melalui-lensa-feminisme


