
Lhoknga, Aceh Besar, 28 Juli 2025 – Ancaman nyata perubahan iklim mendorong aksi kolektif di Lhoknga, Aceh Besar. Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) di Aceh bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Lhoknga dan dukungan berbagai pihak menggelar Kampanye We Can “Kita Bisa Menanggulangi Perubahan Iklim”. Serangkaian kegiatan seperti bazar, pameran kreatif, dialog, dan tanda tangan komitmen digelar untuk mengajak semua unsur masyarakat berperan aktif mengurangi laju perubahan iklim.
Dampak perubahan iklim sudah terasa jelas di Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu ekstrem mencapai 36,1°C. Kenaikan suhu ini mengancam kehidupan manusia dan ekosistem, serta berpotensi memicu inflasi harga pangan hingga 1,2% pada 2035 menurut proyeksi Bank Sentral Eropa. Ancaman lain seperti banjir bandang, kebakaran hutan, gagal panen, krisis air bersih, dan pergeseran pola musim yang tak menentu semakin nyata, termasuk cuaca ekstrem di Aceh belakangan ini.
“Kami mengajak semua pihak melakukan ‘tobat ekologis’ sebagai upaya mitigasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata,” seru Ruwaida, Ketua YKPI, dalam sambutannya. Konsep tobat ekologis, yang pertama kali dicetuskan Paus Fransiskus, menekankan tanggung jawab bersama merawat lingkungan. Ruwaida menegaskan pentingnya pendidikan, inovasi, dan komitmen bersama untuk melindungi bumi.[1]
Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan pentingnya menjaga lingkungan, mendorong peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam memerangi krisis iklim, serta mempromosikan produk UMKM ramah lingkungan seperti barang bebas plastik dan hasil daur ulang.

Peran kelompok akar rumput, terutama perempuan, dinilai krusial. “Inisiatif perubahan sering muncul dari kegelisahan kelompok perempuan saat mengalami krisis lingkungan langsung. Misalnya, kekeringan di Weu Raya pertengahan 2024 melahirkan satgas penanganan bencana,” jelas Desy, Staf Kampanye Media Sosial YKPI.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih peduli lingkungan. Pemerintah dan masyarakat juga diharapkan mampu mengembangkan wacana serta usaha ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta memperbincangkan narasi perawatan lingkungan secara lebih masif. Upaya ini diharapkan berkontribusi pada penurunan emisi, peningkatan adaptasi, dan terciptanya solusi terkoordinasi untuk ketahanan iklim.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 16.00 WIB di Halaman Kantor Camat Lhoknga ini melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, termasuk Pemkab Aceh Besar, Mukim, Aparatur Desa, Tim Penggerak PKK Gampong se-Kecamatan Lhoknga, Tokoh Adat, Pemerhati Lingkungan, CSO, dan Akademisi.
Kampanye We Can “Kita Bisa Menanggulangi Perubahan Iklim” bukan sekadar seruan, melainkan bukti nyata kolaborasi seluruh lapisan masyarakat khususnya akar rumput dan kelompok terdampak langsung dalam menyuarakan krisis iklim. Inisiatif seperti satgas bencana di Weu Raya yang lahir dari kegelisahan warga, atau gerakan “tobat ekologis” yang digaungkan YKPI, membuktikan bahwa solusi berkelanjutan justru bermula dari kesadaran komunitas lokal. Perubahan iklim tidak memandang status; ia mengancam petani, nelayan, generasi muda, dan seluruh penghuni bumi. Jika kita abai hari ini, anak cucu akan mewarisi bumi yang semakin rentan.
Mari jadikan momentum ini sebagai titik balik #MulaiSekarangJuga:
- Ubah Pola Konsumsi: Beralihlah ke produk UMKM ramah lingkungan (daur ulang/bebas plastik) dan pangan lokal.
- Hijaukan Lingkungan: Tanam minimal satu pohon di pekarangan atau ikuti gerakan penanaman massal.
- Suarakan Kesadaran: Bagikan informasi dampak iklim di media sosial, diskusikan solusinya di komunitas, dan dorong pemerintah menyusun kebijakan hijau.
- Bentuk Satgas Lingkungan: Tiru inisiatif Weu Raya dengan membentuk kelompok responsif bencana di tingkat gampong.
“Bumi tak butuh janji, tapi aksi nyata. Jika bukan kita yang memulai sekarang, siapa lagi? Kalau bukan hari ini, kapan lagi?”
Kampanye ini didukung oleh: YKPI, TP PKK Kecamatan Lhoknga, Pemkab Aceh Besar, dan komunitas peduli lingkungan di Aceh.

