9 Desember: Hari Pembela HAM Internasional, Mengenang Pengakuan Global bagi Para Pejuang Hak Asasi

0
46
Dok. Ilustrasi Pinterest

Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Pembela HAM (Hak Asasi Manusia) Sedunia. Hari ini bukan sekadar peringatan simbolis, melainkan pengakuan resmi dan penghormatan global bagi para individu dan kelompok yang berani memperjuangkan hak asasi manusia bagi semua, sering kali dengan risiko besar terhadap keselamatan dan kebebasan mereka sendiri. Peringatan ini berakar pada momen bersejarah di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tepat pada tanggal yang sama di tahun 1998.

Hari Pembela HAM International secara resmi berawal dari Deklarasi PBB tentang Pembela HAM (United Nations Declaration on Human Rights Defenders). Deklarasi landmark ini diadopsi oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi 53/144 pada tanggal 9 Desember 1998, menyusul proses perundingan yang panjang.

Deklarasi ini merupakan dokumen penting yang mengakui secara eksplisit hak setiap orang untuk membela dan memperjuangkan hak asasi manusia. Tidak hanya itu, Deklarasi juga menegaskan kembali hak-hak yang melekat pada para pembela HAM, seperti hak untuk berkumpul secara damai, berserikat, serta mencari dan menyebarkan informasi, termasuk mengajukan kritik. Lebih lanjut, Deklarasi menetapkan tanggung jawab negara untuk melindungi, mempromosikan, dan memenuhi hak-hak para pembela HAM, sekaligus memastikan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi kerja-kerja mereka. Meskipun bukan perjanjian yang secara hukum mengikat, Deklarasi ini memiliki otoritas moral dan politik yang sangat kuat. Oleh karena itu, dokumen ini menjadi landasan dan alat advokasi yang vital bagi masyarakat sipil di seluruh dunia untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah.

Siapa Itu Pembela HAM? Istilah “Pembela HAM” sangat luas. Mereka bisa siapa saja: aktivis, pengacara, jurnalis, guru, pekerja sosial, atau individu biasa yang bertindak untuk melindungi dan memajukan hak asasi manusia. Mereka bekerja sendiri atau dalam kelompok, dengan fokus pada isu-isu seperti kebebasan berekspresi, hak perempuan, hak masyarakat adat, lingkungan hidup, anti-korupsi, keadilan sosial, dan banyak lagi. Intinya, setiap orang yang melakukan aksi damai untuk melindungi hak asasi manusia dapat disebut sebagai pembela HAM, sesuai dengan semangat Deklarasi 1998.

Meski diakui oleh hukum internasional, kenyataannya banyak pembela HAM bekerja dalam kondisi yang sangat berbahaya dan penuh risiko. Mereka sering menghadapi beragam bentuk ancaman, mulai dari kekerasan fisik, intimidasi, dan pelecehan, hingga pengawasan yang tidak semestinya serta pembatasan gerak. Lebih parah lagi, taktik kriminalisasi melalui tuduhan hukum yang dibuat-buat kerap digunakan untuk membungsu mereka. Di era digital, serangan seperti peretasan dan kampanye fitnah online juga menjadi alat yang umum untuk mendiskreditkan pekerjaan mereka. Ancaman tersebut bahkan dapat bereskalasi hingga ke tingkat yang paling ekstrem, seperti penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, hingga pembunuhan. Situasi yang semakin memburuk di banyak negara ini menjadikan peran perlindungan dari komunitas internasional dan mekanisme PBB, seperti Pelapor Khusus untuk Pembela HAM (Special Rapporteur), semakin krusial.

Hari Pembela HAM Sedunia diperingati dengan beberapa tujuan yang mendasar. Pertama, untuk meningkatkan kesadaran publik tentang peran vital pembela HAM sebagai pilar dalam membangun masyarakat yang adil dan demokratis. Kedua, sebagai momentum untuk menyoroti dan mengutuk segala bentuk serangan, kriminalisasi, serta pembatasan yang mereka alami. Peringatan ini juga bertujuan mendorong pemerintah agar sungguh-sungguh mengimplementasikan Deklarasi 1998, dengan langkah konkret seperti mengesahkan undang-undang perlindungan dan menghentikan impunitas bagi pelaku kekerasan. Di tingkat global, hari ini berfungsi menyampaikan solidaritas dan dukungan nyata kepada para pembela HAM di seluruh dunia, memberikan mereka semangat dan keberanian untuk terus maju.

Sebuah Peringatan untuk Bertindak, Tanggal 9 Desember 1998 adalah titik balik penting dalam perjuangan hak asasi manusia global, karena pada hari itulah komunitas internasional secara kolektif menyatakan: “Perjuanganmu untuk hak semua orang adalah sah dan perlu dilindungi.”

Hari Pembela HAM Sedunia mengingatkan kita bahwa hak dan kebebasan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari keberanian para pembela HAM di masa lalu. Peringatan ini adalah seruan untuk tidak berdiam diri. Kita semua dapat berperan, mulai dari menyebarkan kesadaran, mendukung organisasi HAM, hingga membela mereka yang diserang di sekitar kita. Pada akhirnya, melindungi pembela HAM berarti melindungi hak asasi kita semua dan masa depan yang lebih menghormati martabat manusia.

“Hormati, Lindungi, dan Dukung Pembela HAM.”

Situasi HAM Dunia bisa dibaca dalam Laporan tahunan Amnesty International edisi 2025 di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini