GUBERNUR NTT LAUNCHING SEKOLAH KEBERAGAMAN KOMPAK

0
211
Dok. Foto Kompak Kupang

Kamis, 24 April 2025 KOMPAK melakukan Launching Sekolah Keberagaman, yang berlangsung di Aula SMA Negeri 5 Kupang, resmi di launcing oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt dalam sambutannya Gubernur menyampaikan “Apresiasi atas inisiatif KOMPAK dan menekankan pentingnya memperluas penerapan sekolah keberagaman ke seluruh wilayah NTT, juga berpesan kepada guru-guru agar menjaga lingkungan sekolah yang aman dan berkualitas, agar anak-anak terhindar dari kekerasan seksualitas. Melalui Sekolah Keberagaman ia berharap kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak bisa berkurang, karena kekerasan terhadap Perempuan dan anak di NTT sangat marak terjadi dibuktikan dengan narapidana khasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak lebih tinggi”.  Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, menyampaikan “Seluruh sekolah NTT harus mulai menerapkan prinsip keberagaman dan secara aktif mendeklarasikan diri sebagai sekolah yang aman dan inklusif”.

Komunitas Peacemaker Kupang (KOMPAK) Sejak Juni 2024 – Januari 2025 melakukan Program Sekolah Keberagaman Dengan Dukungan dari Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia. Program ini sesuai dengan ketetapan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor: 421/36.1/PK2.1/2025 Tentang Penetapan Sekolah Keberagaman pada SMA Negeri 1 Kupang dan SMA Negeri 5 Kupang. Sekolah Keberagaman adalah sekolah yang menerima dan menghormati keberagaman, menghargai kemanusiaan dan mendahulukan persatuan dan kesatuan. Pendekatan yang mendorong warga sekolah memiliki perpektif dan mempraktikkan toleransi. Nilai-nilai ini perlu diterapkan dalam lembaga pendidikan agar para peserta didik terbiasa dengan perbedaan, ketajaman berpikir, dan memiliki kehalusan nurani serta berempati terhadap sesama dan membangun kohesi sosial.

Berbagai aktivitas di hadirkan untuk mendukung sekolah keberagaman dengan indikator yang dibagi dalam 3 kategori utama, yaitu 1) Praktek damai dan keberagaman di lingkungan sekolah; 2) Fasilitas sekolah yang mendukung keberagaman dan 3) Kebijakan sebagai prasyarat jaminan perlindungan kehidupan lingkungan pendidikan yang mendukung toleransi dan keberagaman. Dengan tujuan yang pertama; Mendorong lahirnya kebijakan tentang pendidikan keberagaman yang menghormati kebebasan dan hak setiap agama dan kepercayaan. Kedua; Mendorong sekolah dan sistem pendidikan yang inklusif dan sensitif keberagaman. Ketiga; Memperluas informasi tentang Program sekolah keberagaman kepada sekolah lainnya yang ada di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. Keempat; Adanya intruksi/himbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT tentang referensi sekolah keberagaman kepada sekolah lainnya yang ada di NTT.

Foto bersama; Penyerahan plakat SK Sekolah Keberagaman (dari kiri; Moderator dialog, Akademisi Rudi Rohi, Pdt Emy Sahertian, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala SMAN 1 Kupang, Kepala SMAN 5 Kupang, Anggota DPRD NTT, Pdt Dessy Effendi dan Koordinator Program KOMPAK_Dok. Foto KOMPAK Kupang  

Koordinator Program KOMPAK, Djonk Iskandar S Wutun, dalam laporan implementasi program Sekolah Keberagaman yang telah dilakukan oleh KOMPAK dan pihak sekolah menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur “Bahwa pertama, Pentingnya Penerbitan SK Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur tentang Pelaksanaan Sekolah Keberagaman. Kedua, Pelaksanaan Sekolah Keberagaman dapat terus dilakukan kembali di SMA target, SMA Negeri 1 Kupang dan SMA Negeri 5 Kupang. Dan Ketiga, Pelaksanaan Sekolah Keberagaman dapat dilakukan di semua jenjang sekolah lainnya baik di Provinsi Nusa Tenggara Timur”.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi-V DPRD NTT, Bupati Manggarai Timur, Tokoh lintas agama, keterwakilan guru-murid setiap SMA di Kota Kupang. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog yang menghadirkan 5 narasumber, yakni Anggota Komisi V DPRD NTT Winston Neil Rondo, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Akademisi UNDANA Dr. Rudi Rohi, Tokoh Agama Pdt. Emmy Sahertian dan Koordinator Program KOMPAK. Sekolah keberagaman ini diharapkan menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong warga sekolah memiliki perspektif dan mempraktikan toleransi. Mengingat Indonesia yang memiliki keberagaman agama, suku, ras dan budaya. “Dari Kupang untuk Indonesia Damai, Damai NTT, Damai Negeriku”.

Penulis: Albertina Aryuni Kailo, Orang Muda Lintas Agama KOMPAK Kupang, Peserta magang Youth Accros Diversity YKPI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini