Perempuan: Pembawa kehidupan yang dilupakan.

0
278

Munculnya gerakan akan hak perempuan berbarengan dengan perampasan akan hak perempuan yang berkepanjangan. Segala hal yang dilakukan bangsa dan negara dalam merebut sumber daya demi keuntungannya sendiri selalu mengorbankan perempuan. Tak terhitung jumlahnya, mungkin ribuan, mungkin jutaan, dan pastinya lebih banyak lagi perempuan yang menjadi tumbal akan kebusukan dunia. Kebusukan yang memberanguskan hak, seakan perempuan tidak utuh menjadi manusia karena ia hanya seorang perempuan.

Perempuan memainkan peran krusial dalam kehidupan, baik sebagai ibu secara biologis maupun sebagai penjaga keluarga dan komunitas dalam ranah sosial. Meskipun kontribusi mereka sangat signifikan, sering kali perempuan tidak mendapatkan perhatian yang layak, diabaikan, atau bahkan diabaikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalam keluarga, masyarakat, serta dalam proses pengambilan keputusan politik dan ekonomi.

Sejarah menunjukkan bahwa sumbangsih perempuan dalam peradaban sering kali tersembunyi. Mereka bertanggung jawab dalam merawat generasi mendatang, memelihara keseimbangan sosial, dan aktif berjuang di berbagai bidang. Namun, masih banyak perempuan yang tidak menikmati hak-haknya, terutama dalam hal akses pendidikan, kesehatan, serta peluang dalam ekonomi dan kepemimpinan.

Hal ini teramatlah buruk, dunia lupa bahwa semua manusia lahir dari rahim seorang perempuan. ditimang oleh seorang perempuan. dididik oleh seorang perempuan. disayangi oleh seorang perempuan, serta teramat banyaklah jasa perempuan dalam melakukan segala hal hanya untuk menumbuh kembangkan anak yang lahir dari darah dagingnya.

Atas segala upaya yang telah dilakukan, ketika seorang anak telah tumbuh, memantapkan diri untuk menentang dan menerjang dunia, mereka juga menentang dan menerjang perempuan. Tak tahu secara sadar atau tidak, namun yang pasti, sikap itu membentuk kita menjadi manusia yang lupa diri.

“Tapi kan saya tidak lahir dari tubuhnya!” Ujar seorang laki-laki. “Iya benar, mengapa harus peduli? Toh perempuan itu bukan keluarga saya!” Ujar lelaki lainnya. “Laki-laki ditakdirkan untuk jadi pemimpin, mengapa perempuan harus melawan kodratnya?” Ujar Si Maha Ahli.

Ntah mana yang benar, saya tak tahu. Ntah mana yang salah, saya bisa keliru. Namun satu hal yang saya yakini, bahwa bagai pinang dibelah dua, antara satu perempuan dan perempuan lainnya sama. Mereka pernah mengorbankan nyawa, darahnya mengalir dalam darah kita. Tubuhnya pernah menjadi rumah untuk kita. Tak kala keluar dari rumah itupun, tangannya masih senantiasa menjabat tangan kita. Lantas layakkah perempuan dinomor dua kan?

Bagai pinang dibelah dua, mereka merasakan sakit yang sama, merasakan perih yang sama, dan menanggung beban yang sama. Ketika seseorang menyakiti dan merampas hak satu perempuan, maka ia ikut merampas hak perempuan lainnya, termasuk ibunya, anaknya, kakaknya, serta perempuan-perempuan dalam keluarganya.

Pemenuhan Hak Perempuan Membuat Dunia Lebih Baik

Tidak ada yang dapat memungkiri bahwa semua manusia pernah menginap di tubuh perempuan dan semua manusia juga lahir dari rahim seorang perempuan. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Oleh sebab itu, perempuan merupakan orang pertama yang mengenal dan dikenal oleh manusia. Namun kenal saja seakan tak cukup, kalimat “Tak kenal maka tak sayang” kehilangan akan maknanya. Perempuan yang mengenal dan dikenal oleh manusia sedari embrio telah didudukkan pada posisi ke dua di bawah laki-laki.

Perempuan memainkan peran yang krusial pada titik ini, titik di mana segala hal yang didapat perempuan akan menentukan manusia itu sendiri. Misalnya, makanan dan minuman yang dikonsumsi perempuan akan menentukan kualitas dari tubuh dan pikiran manusia di dalam tubuhnya. Jika perempuan tak mampu keuangannya, tak punya pengetahuannya, tak sehat badannya, maka akan berdampak pada manusia di dalam tubuhnya.

Hal ini berbanding terbalik jika perempuan mendapatkan haknya. Misalnya dalam pendidikan. Ketika perempuan terpelajar, mereka tidak hanya mengukir jalan mereka sendiri, tetapi juga mengarahkan keluarga dan komunitas menuju kehidupan yang lebih baik. Manusia-manusia yang tumbuh di lingkungan dengan ibu yang terdidik memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang, dan ini berimbas pada perubahan generasi yang lebih berkualitas. Maka, dengan pemenuhan hak pendidikan bagi perempuan, kita membuka ruang untuk masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.

Contoh di atas merupakan salah satu dari banyaknya hak perempuan yang harus dipenuhi oleh negara. Negara harus beperan aktif dalam melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan. Pada hakikatnya, pemenuhan hak perempuan serta kesetaraan akan hak bukanlah sebuah permintaan yang berlebihan, melainkan sebuah keharusan yang seharusnya sudah lama diterima sebagai bagian dari kemanusiaan itu sendiri. Ketika perempuan diberi hak yang sama, dunia tidak hanya menjadi tempat yang lebih adil, tetapi juga lebih kaya akan makna, lebih luas dalam perspektif, dan lebih kaya dalam potensi.

Warisan Masa Lalu

8 Maret dikenal sebagai International Womans Day (Hari Perempuan Internasional). Pada tahun 2025, Hari Perempuan Internasional telah berumur 114 tahun dihitung sejak dimulai pertama kalinya pada tahun 1911. Kala itu, 1 Juta orang di seluruh penjuru Eropa menyuarakan hak-hak perempuan yang meliputi hak pilih bagi perempuan dan hak-hak buruh perempuan.

Protes ini lahir sebagai kritik atas budaya primitif yang lahir beribu-ribu tahun yang lalu di Yunani Kuno yang cukup familiar kita mendengar akannya. Seperti, laki-laki cenderung menggunakan akalnya, sedangkan perempuan lebih menggunakan perasaannya. Budaya seperti ini menggerus hak pilih perempuan, yang mana perempuan dianggap sebagai makhluk yang irasional untuk diberikan hak pilih. Begitu pun dengan buruh, khususnya dalam perupahan. Bayaran akan upah buruh perempuan selalu lebih rendah dibanding buruh laki-laki.

Kedua hal di atas telah berlangsung lama, kebencian dan kemuakan telah mengakar di hati para perempuan.  Sehingga pada 1911, meledaklah aksi protes akan ketidaksetaraan yang mereka rasakan. Maka lahirlah Hari Perempuan Internasional yang kita kenal di hari ini.

Telah banyak perjuangan-perjuangan untuk menjemput kesetaraan yang telah dilakukan perempuan. Perjuangan-perjuangan yang meskipun mungkin tampak terpendam dalam sunyi, ia mewariskan hak-hak dan kebebasan yang kita nikmati hari ini. Seperti halnya perjuangan perempuan di New Zealand pada abad ke 19.

Negeri itu menjadi saksi bisu dari sebuah perubahan yang mengubah wajah dunia. Di bawah langit biru yang sering kali diselimuti awan gelap ketidaksetaraan. Wanita tangguh seperti Kate Sheppard memulai langkah pertama dalam perjuangan hak politik perempuan. Melalui surat-menyurat, kampanye, dan keteguhan hati, mereka menuntut hak untuk memilih, sehingga pada 1893, perjuangan mereka membuahkan hasil. New Zealand menjadi negara pertama yang memberikan hak suara politik kepada perempuan. Bayangkan, sebuah hak yang kita anggap sepele saat ini, hak untuk ikut serta dalam pesta demokrasi dalam perihal siapa yang memimpin negara pernah menjadi impian yang harus diperjuangkan dengan pikiran dan tindakan yang menguras keringat, darah, dan air mata.

Sejarah di atas hanya sebutir nasi di dalam piring. Masih banyak butir-butir lainnya jika mau ditelusuri lebih dalam. Satu hal yang pasti, apa yang kita dapat saat ini merupakan hasil dari mereka yang marah pada masa lalu. Marah akan diperlakukan tidak adil. Marah karena hak yang dirampas.

Tentang Kita Yang Akan Mewariskan Perjuangan Hari Ini

Hari ini, kita hidup dalam dunia yang lebih setara, lebih setara dibanding masa lalu. Meskipun masih terdapat ketidakadilan, hari ini masih lebih baik di banding kemarin. Ya, tentu saja masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Namun satu hal yang pasti, hak yang kita nikmati saat ini diperoleh dengan susah payah oleh perempuan-perempuan yang telah mendahului kita. Kita bisa berpartisipasi dalam politik, memilih pemimpin yang kita percayai, dan bahkan berpendapat tanpa rasa takut akan dibungkam (walau sulit). Kita bisa menduduki jabatan-jabatan tinggi dalam pemerintahan, perusahaan, dan lembaga internasional (walau sulit). Semua itu adalah warisan berharga yang diberikan oleh para pejuang perempuan masa lalu.

Namun, seperti halnya semua warisan, ia tak hanya sekadar milik kita. Ia adalah amanah yang harus dijaga, dirawat, dan diteruskan kepada generasi mendatang. Dalam setiap perjuangan perempuan masa kini, kita seharusnya tidak melupakan bahwa hak yang kita nikmati hari ini adalah hasil jerih payah perempuan-perempuan di masa lalu. Keberanian mereka yang mengangkat suara dalam bisunya malam. Teriakan yang menggema dalam keheningan sejarah, kini menjadi hak-hak yang kita anggap wajar, misalnya, hak untuk memilih, untuk berbicara, untuk berkarya, dan untuk diakui sebagai manusia setara.

Dalam setiap langkah mereka, mereka meletakkan dasar-dasar hak asasi perempuan yang semakin menguatkan di dunia modern ini. Misalnya, perlawanan terhadap diskriminasi di dunia kerja, perjuangan untuk hak atas pendidikan, dan penuntutan atas hak perempuan untuk mengontrol tubuh mereka sendiri. Semua itu tak terlepas dari semangat yang mengalir dari perempuan-perempuan masa lalu yang berani menantang norma, menantang budaya mapan, menuntut perubahan, dan berjuang untuk kesetaraan.

Maka dari itu, kita pun harus terus berjuang bukan hanya untuk diri kita, tetapi untuk perempuan-perempuan yang akan datang, agar mereka dapat merasakan hak yang lebih banyak lagi, yang lebih adil lagi, lebih setara lagi, dan yang paling penting, perubahan yang lebih baik dari hari ini. Hal ini akan kita warisi ke masa depan. Warisan yang akan dijadikan kunci menuju dunia yang lebih baik, di mana setiap perempuan dapat berdiri sejajar dengan siapa pun, tanpa rasa takut atau tertindas.

Sudah saatnya kita mengubah paradigma dan memastikan bahwa perempuan mendapatkan hak dan penghargaan yang layak. Ini bukan hanya tentang keadilan bagi perempuan, tetapi juga tentang menciptakan masyarakat yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih maju bagi semua.

Penulis : Abdurrahman Addakhil (Al) Peserta Magang Youth Across Diversity YKPI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini