Magang Keberagaman Lintas Kampus dan Komunitas Orang Muda: Membangun Kolaborasi dan Inklusivitas

Keberagaman adalah salah satu aset sosial yang dapat menjadi sumber inovasi dan kolaborasi yang signifikan, terutama bagi generasi muda. Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi saat ini, sikap terbuka terhadap perbedaan suku, budaya, agama, serta latar belakang sosial menjadi semakin krusial dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan kompetitif. Salah satu langkah yang dapat meningkatkan pemahaman lintas budaya dan memperkuat jejaring sosial di kalangan generasi muda adalah Program Magang Keberagaman Lintas Kampus dan Komunitas Orang Muda. Program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dan orang muda dari berbagai latar belakang agar dapat bekerja sama dalam lingkungan profesional maupun sosial, dengan harapan dapat membentuk individu yang lebih terbuka, toleran, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin beragam dan inklusif.

Youth Across diversity tajuk yang di usung dalam program magang lintas keberagaman. Program yang di inisiasi Yayasan keadilan dan perdamaian Indonesia hadir untuk membuka ruang perjumpaan anak muda lintas iman, lintas identitas gender dan juga lintas kampus dan komunitas. YKPI mengandeng 3 perguruan tinggi di Yogyakarta dalam pelaksanaannya yaitu Paska Sarjana UIN SUKA, UKDW dan juga UNU YK. Desain kolaboratif mengedepankan partisipasi bermakna anak muda dalam berdialok tentang HAM, KBB dan Gedsi dengan interseksi pada isu lain seperti SOGIESC, GBV dan Ekologi.

Program yang melibatkan banyak orang muda ini membangun kemitraan kreatif bersama kelompok muda, dan mendorong mereka untuk dapat berkontribusi dalam memunculkan kepemimpinan pemuda feminist, berkomitmen terhadap pembangunan keadilan dan tata dunia yang damai, penghormatan terhadap HAM dan keberagaman di lingkungan mereka sendiri. Orang muda sebagai agen perubahan memiliki peran yang besar dalam menciptakan toleransi yang berkeadilan bagi semua pihak.

Kegiatan yang di ikuti oleh sekitar 50 orang muda dari wulayah Aceh, Jakarta, DIY, Jawa timur, NTB dan NTT ini berlangsung selama Februari – April 2025. Kegiatan yang terbagi dalam dua fase ini di selenggarakan secara hybrid. Selama satu setengah bulan orang muda akan mendapatkan pengetahuan melalui ruang dialog yang di bangun dalam sesi inclas sebanyak 9 kali pertemuan dan 6 kali pendalaman materi. Para narasumber tidak hanya dari pihak kampus tetapi juga dari CSO, dengan harapan anak muda peserta magang mampu meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan dalam memajukan dan mempromosikan keberagaman – inklusi sosial, KBB, HAM, Gender, keadilan dan perdamaian.

Keberagaman sebagai Kunci Kolaborasi dan Inovasi

Keberagaman dalam dunia pendidikan dan komunitas bukan sekadar tentang perbedaan, tetapi lebih kepada bagaimana perbedaan tersebut dapat dikelola untuk menghasilkan sinergi yang positif. Dalam dunia akademik dan profesional, keberagaman dapat meningkatkan kreativitas, pemecahan masalah yang lebih efektif, serta membangun empati antarindividu.

Dr. Nina Mariana Noor MA, Dosen Paskasarjana UIN SUKA YK yang berkesampatan menjadi narasumber dalam tema Problem Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan  dengan isu minoritas Iman menyampaikan bahwa “program magang ini memberikan wadah bagi mahasiswa untuk bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa lain yang beda agama dan beda budaya  sehingga membuat mereka mengalami secara langsung dan belajar memahami perbedaan tersebut. bagi mahasiswa UIN mungkin sudah agak biasa Karena di kampus kami banyak juga mahasiswa non-Muslim, tetapi materi in-class sangat bermanfaat bagi mereka untuk membuka wawasan mengenai isu KBB dan Gender.” Hal serupa juga di sampaikan oleh Pdt. Nani Minarni, M.Hum, Pendeta Universitas UKDW Yogyakarta, “sangat apresiasi untuk YKPI yang sudah menyediakan ruang perjumpaan bagi orang muda lintas keberagaman, mereka bisa saling belajar, berinteraksi dan menumbuhkan toleransi, kegiatan ini sangat bagus untuk membangun kolaborasi orang muda dalam menyuarakan perdamaian”

Selain menghadirkan narasumber dari Akademisi, kelas magang juga di isi oleh praktisi atau aktivis dari CSO melakukan kerja-kerja kemanusiaan di komunitas dan akar rumput. Rahmil Izzati Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa Aceh juga berbagi pengetahuan tentang praktek-praktek pengorganisasian dan pemberdayaan Masyarakat dengan harapan peserta akan memahami dan mampu mempraktekkan ketika nanti pembelajaran outclass. Beliau menyampaikan “sangat senang bisa di berikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam ruang diskusi bersama teman magang dari lintas keberagaman, sehingga bisa saling mengisi.”

Doc. Foto UKDW

Dalam implementasi program magang lintas kampus dan komunitas orang muda ini ada beberapa aspek keberagaman yang mencakup:

  1. Keberagaman Pengetahuan dan Pengalaman – Mahasiswa dari berbagai universitas dan jurusan serta orang muda dari berbagai komunitas dapat bekerja sama dalam satu program, memungkinkan mereka bertukar ide dan wawasan yang berbeda-beda. Serta memperluas jejaring, mengembangkan ketrampilan kolaborasi dan komunikasi. Berkomunikasi dan bekerja dalam tim yang beragam menuntut peserta untuk belajar menyampaikan ide secara jelas dan memahami sudut pandang orang lain dengan baik.
  2. Keberagaman Sosial dan Budaya – Program ini dapat menjadi wadah bagi peserta dari berbagai latar belakang sosial, suku, agama, identitas gender dan sebagainya untuk saling memahami dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Selain itu akan meningkatkan pemahaman tentang inklusivitas dan toleransi ketika saling berinteraksi, memahami perspektif yang lebih luas, mengurangi prasangka, dan meningkatkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Keberagaman Keahlian dan Perspektif – Melibatkan individu dengan keahlian yang berbeda, Narasumber yang di pilih dengan kapasitas dan expertise di bidangnya, baik dari Akademini maupun praktisi. Sehingga dapat membuka cakrawala berpikir peserta dan mampu memantik pemikiran kritis dari peserta dalam menghasilkan Solusi inovatif dalam merespon isu social yang terjadi.

Program Magang Keberagaman Lintas Kampus dan Komunitas Orang Muda merupakan sebuah inisiatif yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan keterampilan profesional, meningkatkan kesadaran akan pentingnya inklusivitas, serta memperkuat jaringan sosial di antara orang dari berbagai latar belakang. Melalui program ini, peserta diberikan kesempatan untuk belajar berkolaborasi dalam lingkungan yang beragam, memahami berbagai perspektif, serta mengasah keterampilan yang akan mendukung kesuksesan mereka di dunia kerja. Dengan adanya dukungan dari universitas, CSO dan Komunitas, program ini berpotensi menjadi contoh bagi pengembangan sumber daya manusia yang lebih inklusif dan kompetitif di masa depan.

Publikasi Lainnya

Bulan K3 Nasional 2026: Refleksi dan Tantangan Menuju Perlindungan Kerja yang Inklusif bagi Perempuan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” untuk Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 12 Januari...

Merajut Keadilan, Inklusi, dan Ketahanan Desa

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan kekayaan budaya, keberagaman agama, dan kearifan lokal yang kuat. Di tengah kemajemukan tersebut, tantangan terkait kebebasan beragama dan...

Menanam Pohon, Menanam Napas Bersama: Refleksi Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Setiap tanggal 10 Januari, kita memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Peringatan yang dicetuskan sejak tahun 1993 ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat abadi...

Membongkar Stigma, Menggugat Standar: Resensi “Menjadi Perempuan Lajang Bukan Masalah”

Judul Buku       : Menjadi Perempuan Lajang Bukan MasalahPengarang       : Wanda Roxanne Ratu PricilliaPenyunting      : Agata DSPenerbit           : Odise PublishingTebal               : vi + 130 halamanISBN               : 9786239633288“Jika kita bisa merasa...