Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia Respon Bencana Iklim

Merajut Asa Bersama Masyarakat Terdampak Bencana Iklim

Situasi bencana Iklim tidak bisa di prediksi dan bisa mengancam masyarakat kapanpun, namun dalam kurun waktu 2 tahun belakang ini, di kawasan kerja YKPI ada beberapa yang mengalami bencana, seperti kekeringan dan angin kencang yang terjadi di Aceh yang mengakibatkan masyarakat harus mengalami kekurangan air bersih.

Disamping itu, hal serupa juga dialami pengungsi refugees (Rohingya) yang tinggal di camp-camp pengungsi yang belum memenuhi standar keamanan bencana. Dalam hal ini mereka rentan mengalami kesulitan yang berlapis, seperti yang dialami oleh pengungsi di Kuala Kuala Parek, Aceh Timur, karena air laut pasang yang sampai membanjiri tempat penampungan pengungsi, dan pengungsi harus di relokasi ke tempat lain yang tidak terdampak air pasang. Menyikapi situasi tersebut, YKPI berkolaborasi dengan SP Aceh, KamiKITA Community Center, UNHCR, PASKA Aceh melalui serangkaian kegiatan.

Kami menyadari bahwa respon ini tidaklah cukup, namun dalam masa tanggap darurat YKPI mencoba membantu apa yang menjadi kebutuhan mereka saat itu, sebelum kemudian mendialogkan bagaimana seharusnya masyarakat dan pemerintah berupaya menjaga sumber-sumber mata air yang ada telah tersedia, mereka harus menyadari bahwa maraknya swastanisasi air, kerusakan hutan, bahkan kerusakan ekosistem karst merupakan salah satu yang harus menjadi perhatian serius ke depan, jika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama menyelamatkan sumber-sumber keberlanjutan air.

Informasi selanjutnya dapat diakses disini

Publikasi Lainnya

Minomartani Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Pembentukan Satgas PPA

Kalurahan Minomartani menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak. Komitmen ini diwujudkan melalui rangkaian pendampingan penguatan kelembagaan...

Ketika Kecerdasan Buatan Memperkeruh Konflik: Menatap Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian

Setiap 18 Juni, dunia memperingati Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian. Penetapan hari peringatan global ini oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  bukanlah...

Pemuda Cupuwatu II Belajar Mengenali Kekerasan: Pelaku Terdekat, Korban Perlu Berani Bersuara

Pendopo Padukuhan Cupuwatu II, Minggu (14/6) – Sebanyak 25 pemuda dan pemudi Cupuwatu II berkumpul dalam sosialisasi bertema kekerasan. Kegiatan yang berlangsung santai namun...

Mempersiapkan Satgas PPAD: Bekal Penuh untuk Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak di Sriharjo

Sriharjo, 11 Juni 2026 – Sebanyak 19 peserta yang tergabung dalam Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Satgas PPAD) mengikuti pembekalan...