Integrasi Pengetahuan, Daya Kritis, dan Gerakan Orang Muda Lintas Keberagaman untuk Perubahan Narasi

Pada program magang lintas keberagaman, YKPI melihat peluang strategis untuk orang muda mengembangkan gerakannya dengan penguatan kapasitas agar mereka mampu menganalisis persoalan-persoalan sosial serta mengambil peran melakukan perubahan bermakna baik pada kultur masyarakat maupun sistem yang mengaturnya. Orang muda diberi ruang mengembangkan gagasan-gagasan baru untuk menunjukkan eksistensi dirinya di komunitas, kampus, dan lingkungan lainnya dalam masyarakat di wilayah masing-masing.

Suasana disalah satu kelas belajar (hybrid) Peserta Magang dengan mitra YKPI sebagai Narasumber, September 2023 (pic.credit: Desy Setiawaty)

Serangkaian tahapan belajar dan berkarya bersama secara inclass dan outclass yang dijalankan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan ini disusun dalam kurikulum satuan belajar dengan tema keberagamanan inklusi yang mendalami nilai dan cita-cita Pancasila serta esensi Bhinneka Tunggal Ika sebagai ideologi bangsa. Peningkatan kapasitas pengetahuan serta keterampilan pengorganisasian, advokasi dan kampanye ini mampu melahirkan 17 orang muda lintas keberagaman di wilayah Aceh, Yogyakarta, NTT, dan sebagian di nasional, yang mampu mengambil peran-peran aktif dalam gerakan perubahan bersama jaringan masyarakat sipil serta mampu bersuara menyampaikan pandangan kritisnya setidaknya di ruang-ruang pengambilan keputusan di lingkungannya masing-masing. Aktivitas program ini YKPI lakukan bersama mitra dan jejaring seperti Flower Aceh, Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA), Solidaritas Perempuan Aceh, LBH Banda Aceh, Kontras Aceh, LBH Yogyakarta, Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK), IMOF NTT, dan GARAMIN NTT. Selain itu dalam upaya memperluas jaringan gerakan, alumni magang telah mampu menjangkau kerjasamanya dengan para pihak di tingkat Universitas, komunitas etnis, dan jaringan media lokal yang dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan diskusi yang di wilayahnya masing-masing.

Proses diskusi bersama Peserta Magang dan YKPI tentang isu Gender dan Feminis, online zoom meeting, Agustus 2023 (pic.credit: Desy Setiawaty)

Kesadaran baru atas pengetahuan dan pengalaman yang dialami alumni magang diharapkan mampu mendukung aksi-aksi positif untuk perubahan narasi yang bermakna dimanapun mereka berada, agar partipasi orang muda lintas keberagaman ini dapat dipertimbangkan dan diperhitungkan dalam gerakan masyarakat sipil dan kontribusi pada pembangunan keberagaman yang inklusi dan setara di Indonesia.

Publikasi Lainnya

Bulan K3 Nasional 2026: Refleksi dan Tantangan Menuju Perlindungan Kerja yang Inklusif bagi Perempuan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” untuk Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 12 Januari...

Merajut Keadilan, Inklusi, dan Ketahanan Desa

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan kekayaan budaya, keberagaman agama, dan kearifan lokal yang kuat. Di tengah kemajemukan tersebut, tantangan terkait kebebasan beragama dan...

Menanam Pohon, Menanam Napas Bersama: Refleksi Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Setiap tanggal 10 Januari, kita memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Peringatan yang dicetuskan sejak tahun 1993 ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat abadi...

Membongkar Stigma, Menggugat Standar: Resensi “Menjadi Perempuan Lajang Bukan Masalah”

Judul Buku       : Menjadi Perempuan Lajang Bukan MasalahPengarang       : Wanda Roxanne Ratu PricilliaPenyunting      : Agata DSPenerbit           : Odise PublishingTebal               : vi + 130 halamanISBN               : 9786239633288“Jika kita bisa merasa...