Mengenal SOP Hijau YKPI: Praktik Ramah Lingkungan yang Inspiratif

0
185
Dok. Ilustrasi YKPI

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi para mitranya, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) baru saja memberikan penghargaan penerapan terbaik SOP Hijau dalam Refleksi Akhir Program 2025. Proses seleksi ketat menghasilkan pemenang yaitu SP Aceh dan LBH Aceh untuk wilayah Aceh, El Bukhari Institute tingkat nasional, LKiS dan AJI YK di DIY, serta IMoF dan Sopan Sumba di NTT. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi bukti nyata gerakan kolektif menjaga bumi.

Apa sebenarnya SOP Hijau yang menjadi komitmen YKPI dan mitranya ini? Nirla Hastari, Admin Finance YKPI, membagikan pengetahuan dan praktik nyata di balik kebijakan ramah lingkungan ini. “SOP Hijau merupakan program peduli lingkungan hidup. Alam adalah tempat manusia dan makhluk lainnya bernaung. Keserasian antara alam dengan makhluk di sekitarnya menjadi kunci agar bumi dan kehidupan terus terawat,” ujar Nirla, menekankan tanggung jawab kolektif untuk menjadi teladan dalam menjaga relasi dengan alam dan hidup sederhana guna mengurangi beban lingkungan.

Secara konkret, SOP Hijau YKPI memiliki empat tujuan utama: mengurangi risiko kerusakan lingkungan dari penggunaan fasilitas kantor, meminimalkan dampak negatif termasuk sampah plastik dari kegiatan, menghemat anggaran melalui reuse dan recycle, serta menumbuhkan perilaku ramah lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Penerapannya menyentuh aktivitas harian. Penghematan kertas menjadi prioritas, dimana hampir semua cetakan, kecuali dokumen resmi, wajib menggunakan kertas bekas. Praktik ini juga berlaku ketat dalam pelaporan keuangan untuk penempelan nota. Penggunaan air dan listrik pun diawasi ketat. Saat menyelenggarakan pertemuan atau acara, himbauan membawa botol minum (tumbler) dan peralatan mandi pribadi, terutama sikat gigi, menjadi standar untuk memangkas sampah plastik.

“Kami secara tegas menghindari penggunaan plastik sekali pakai, kemasan plastik, dan sedotan plastik dalam setiap penyelenggaraan acara,” tegas Nirla. Snack disajikan di piring, bukan kemasan individu, dan sedotan yang digunakan berasal dari bahan alternatif seperti kertas atau bambu. Komitmen ini bahkan diperkuat dalam kerja sama dengan hotel atau vendor, dengan mencantumkan klausul larangan penyajian dalam kemasan plastik dalam kontrak bila memungkinkan. Materi kegiatan pun diutamakan dalam bentuk softcopy.

Upaya pengurangan limbah tidak berhenti di situ. Untuk spanduk atau media promosi, YKPI memilih bahan ramah lingkungan seperti kain yang tahan lama dan tinta berbasis air non-toksik. Kebijakan penggunaan produk lokal juga ditegakkan, dengan memprioritaskan snack hasil olahan komunitas akar rumput dampingan dan memilih catering yang mengantarkan makanan dalam wadah reusable.

Mekanisme pemilahan sampah diterapkan dengan menyediakan tempat sampah terpilah (organik, plastik, kertas) di lingkungan kerja. Sampah organik dari kebun dan dapur dikelola melalui pengomposan, termasuk metode vermiculture (menggunakan cacing), yang hasilnya dimanfaatkan kembali untuk tanaman. Khusus kegiatan di alam terbuka, aturan ketat diterapkan adalah dilarang merusak pepohonan, membuang sampah sembarangan, atau membakar sampah.

Membawa tumbler, kotak makan (tiffin), dan alat makan pribadi telah menjadi budaya yang didorong terus-menerus oleh YKPI kepada staf dan mitra. “Ini langkah nyata sehari-hari mendukung pengurangan sampah,” jelas Nirla.

Meski komitmen kuat, tantangan tetap ada. Kesadaran individu yang belum merata dan pemahaman terbatas tentang isu lingkungan menjadi kendala utama. Terkadang, kesadaran hanya muncul saat kerja sama program berlangsung. Namun, respons staf, mitra, dan peserta kegiatan terhadap kebijakan pengurangan plastik dan sampah umumnya positif dan mendukung.

Untuk mengatasi tantangan ini, YKPI terus konsisten menerapkan SOP Hijau dan mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga alam. Sarana pendukung seperti dispenser air minum, tempat sampah terpilah, pemilihan alat elektronik hemat energi, dan produk kantor ramah lingkungan telah disediakan. Sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya mengurangi sampah plastik serta dukungan pada produk lokal dilakukan berulang, terutama melalui himbauan dalam setiap kegiatan dan pemilihan snack lokal.

SOP Hijau bukanlah program tambahan, melainkan jantung dari visi misi YKPI. “YKPI berupaya menjadi teladan dalam menjaga relasi dengan alam dan hidup sederhana untuk mengurangi beban bumi,” jelas Nirla. Nilai integritas, perdamaian, kesetaraan, dan kesederhanaan mewujud dalam komitmen lingkungan ini. Kesuksesan penerapannya bahkan menjadi indikator kinerja, dievaluasi secara rutin melalui monitoring tahunan, dan menjadi pertimbangan pemberian penghargaan seperti yang baru saja dilaksanakan.

Komitmen keberlanjutan juga tercermin dalam kebijakan vendor. YKPI berupaya menelusuri track record perusahaan peralatan kantor dan menghindari vendor yang terlibat perusakan lingkungan parah. Penggunaan transportasi ramah lingkungan juga didorong sesuai kesesuaian.

Harapan jangka panjangnya besar. YKPI berambisi agar SOP Hijau menjadi praktik universal di semua mitra dan pihak terkait, berkontribusi nyata mengurangi jejak karbon, menjadi solusi krisis iklim dan sampah, serta membentuk kesadaran ekologis di semua level. “SOP Hijau ini adalah langkah kecil kita untuk memulai mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” pungkas Nirla. Mereka berharap praktik baik ini menular, membentuk kebiasaan, menanamkan tanggung jawab lingkungan dalam etika kerja, dan menjadi model yang menginspirasi mitra maupun publik luas.

Untuk memastikan keberlanjutannya, SOP Hijau telah menjadi regulasi resmi lembaga yang ditinjau ulang minimal setahun sekali. Evaluasi pelaksanaannya pun menjadi bagian tetap dari kegiatan monitoring dan evaluasi tahunan. Peran aktif mitra, komunitas, dan masyarakat sekitar dalam menjaga alam, memanfaatkan sumber daya secara bijak, memilih transportasi ramah lingkungan, serta komitmen pada prinsip reuse dan recycle, menjadi tulang punggung untuk mewujudkan harapan ini. Gerakan kecil yang diharapkan memberi pengaruh besar bagi bumi.

Tertarik mempelajari lebih dalam tentang SOP Hijau YKPI? Kunjungi Instagram YKPI di https://www.instagram.com/ykpibinadamai.

Artikel ini disusun oleh Rose Merry berdasarkan wawancara tertulis dengan Nirla Hastari Admin Finance YKPI pada 31 Juli 2025.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini