Aksi Orang Muda Asia untuk Keadilan Sosial dan Iklim: Suara dari Aceh, Yogyakarta hingga Kupang

0
198
Komunitas Orang Muda yang terlibat dalam kegiatan AYA di Yogyakarta. Doc. Foto YKPI

Di tengah meningkatnya krisis iklim, tantangan sosial, dan pelanggaran terhadap hak-hak sipil, suara orang muda Asia terus menunjukkan kekuatannya. Gerakan Asian Young People for Action (AYA) menjadi salah satu bukti nyata bahwa anak muda tidak hanya peduli, tetapi juga terorganisir dan siap mengambil peran penting dalam menciptakan perubahan berkelanjutan.

Mengenal AYA: Gerakan Orang Muda Asia untuk Aksi Kolektif

AYA merupakan inisiatif yang digagas oleh AFSC (American Friends Service Committee) Kamboja. Sebelum menggunakan nama AYA, wadah ini dikenal dengan nama DEP (Dialogue Exchange Program) yang pertama kali diluncurkan pada Mei 2022 di Kamboja. Pesertanya berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Myanmar, Laos, Filipina, Kamboja, dan Vietnam.

Gerakan ini dipimpin oleh orang muda yang mendorong terbangunnya jaringan, gerakan, dan organisasi yang inklusif dan interseksional. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang aman untuk mengekspresikan identitas, memperluas kebebasan sipil, memperjuangkan keadilan sosial, serta membangun perdamaian berkelanjutan di kawasan.

AYA memberikan dukungan kepada calon pemimpin muda yang hidup dalam situasi penuh keterbatasan dengan membekali mereka pengetahuan, keterampilan, dan strategi untuk berpartisipasi aktif dan memimpin gerakan sosial. Hal ini termasuk upaya melawan sistem penindasan serta memperjuangkan perlindungan atas hak-hak sipil.

Aksi di Indonesia: Merajut Literasi, Solidaritas, dan Harapan

Sebagai bagian dari gerakan AYA, Indonesia menjadi tuan rumah serangkaian kegiatan yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2025, melibatkan tiga wilayah: Yogyakarta, Aceh, dan Kupang (NTT). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Pride Month dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan fokus utama pada literasi sebagai alat untuk menyuarakan aspirasi dan membangun solidaritas. Kegiatan pertama di mulai dari wilayah Yogyakarta:

Pride Reading Community Gathering, “Write for Right and Solidarity” – 24 Juni 2025

Acara ini hadir sebagai ruang refleksi dan solidaritas bagi komunitas LGBTQIA+ yang terus mengalami diskriminasi sistematis di Indonesia. Meskipun orientasi seksual tidak dikriminalisasi secara nasional, penerapan hukum syariah di beberapa wilayah seperti Aceh dan Sumatera telah menjadi ancaman nyata terhadap kebebasan identitas. Di tengah gelombang perda diskriminatif dan wacana konservatif, literasi menjadi senjata damai untuk menyuarakan harapan.

Fokus kegiatan ini untuk memotret situasi diskriminasi LGBTQIA+ di tingkat nasional, dan lokal. Lalu bagaimana peran orang muda dalam memperjuangkan keadilan kemanusiaan dan membangun strategi menyuarakan aspirasi melalui tulisan. Sementara tujuan  dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orang muda tentang isu SOGIESC dan merayakan ketahanan komunitas LGBTQIA+ di Yogyakarta, Aceh, dan NTT. Selain mendorong kepemimpinan muda yang inklusif dan membangun kolaborasi lintas komunitas.

Climate Reading Community Gathering, “Merawat Bumi Lewat Kata dan Aksi” – 26 Juni 2025

Kegiatan ini diadakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, komunitas dari Aceh, Yogyakarta, dan Kupang berkumpul untuk membaca, berdiskusi, dan menulis aspirasi terkait isu iklim. Kegiatan ini mempertegas peran literasi dalam membangun gerakan iklim yang berpihak pada kelompok rentan. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif akan krisis iklim dan mendorong keterlibatan orang muda dalam advokasi lingkungan melalui penggalangan suara melalui surat terbuka kepada pemerintah daerah.

Pesan yang di tulis Komunitas Orang Muda di Yogyakarta. Dok. Foto YKPI

Postcard Aspiratif: Suara Kolektif untuk Perubahan

Salah satu hasil dari kedua kegiatan ini adalah pembuatan postcard aspiratif berisi harapan dan rekomendasi peserta. Postcard tersebut akan digunakan dalam kampanye advokasi untuk: Menuntut perlindungan hak kelompok minoritas seperti LGBTQIA+. Mendorong kebijakan iklim yang inklusif dan berkeadilan. Dan mengingatkan pemerintah daerah akan pentingnya mendengarkan suara generasi muda. Dari kata-kata yang ditulis di atas kertas, lahirlah semangat untuk terus memperjuangkan dunia yang inklusif, adil, dan lestari. Bukan hanya sebagai mimpi, tetapi sebagai tindakan nyata dari komunitas akar rumput.

Ayo Bergerak Bersama! Perubahan tidak bisa terjadi dalam semalam. Namun, dengan konsistensi dan solidaritas, suara kita bisa membentuk dunia yang lebih adil dan ramah untuk semua. Dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. AYA, komunitas literasi, dan orang muda di seluruh Asia Tenggara telah memulainya. Sekarang, giliran kita semua untuk ikut bergerak.

Gabung dalam komunitas yang mendukung keadilan sosial dan lingkungan.
Gunakan tulisanmu untuk menyuarakan yang tak terdengar.
Dukung gerakan ini dengan menyebarkan pesan dan terlibat dalam aksi nyata.

Kunjungi laman kami di @aya.regional dan temukan bagaimana kamu bisa ambil bagian dalam gerakan ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini